2contoh bangunan hemat energi. 1. Mengenal Rumah Hemat Energi. Efek Global Warming sangat berdampak bagi kelangsungan hidup manusia, mulai dari naiknya muka air laut, kerusakan ozon, efek rumah kaca, dan cuaca ekstrim yang dapat merusak lingkungan. Pembangunan yang terus berjalan juga berdampak negatif bagi lingkungan, karena tidak sedikit
Bermodalkanide, kreatifitas dan keuletan miniatur rumah tradisional Madura berikut ukiran-ukiran khasnya dibuat sebagai salah satu bentuk pengejawantahkan dari seni kriya. Ukiran bunga mawar besar merupakan ciri khas yang menonjol dari rumah khas Madura yang diakui Budiyanto untuk menghasilkan ukiran minimatur seapik aslinya yang membutuhkan
Oke langsung saja saya bagikan bahan-bahan yang digunakan dalam membuat miniatur rumah. 1. Styrofoam Penggunaan styrofoam dalam pembuatan miniatur rumah berfugsi sebagai alas dasar dimana bangunan akan diletakkan. 2 Karton tebal Sedangkan karton tebal 2 x sebagai bahan pembentuk dinding (praktisi) dan kolom. 3 Karton yang lebih tebal lagi
Metode1Membuat Rumah Kaca Mini dari Botol dan Stoples. 1. Gunakan botol soda berukuran 1 liter. Anda bisa menggunakan botol plastik soda berukuran 1 liter untuk membuat beragam rumah kaca. Botol ini ideal untuk menanam 1 jenis taman yang pendek dan berakar dangkal. Beberapa contohnya adalah anggrek, pakis kecil, atau kaktus.
ATAPROOF MINIATUR RUMAH BONEKA MINIATURE DOLL HOUSE - ONE ROOF di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan.
Semuajawaban benar Jawaban: A. alas, bangunan dan atap Dilansir dari Encyclopedia Britannica, maket adalah miniatur sebuah benda (rumah) yang terdiri dari alas, bangunan dan atap.
Mulaidari status sosial sampai arti hidup, semua terukir di sana. detikTravel mendapat undangan dari Kementerian Pariwisata untuk berkunjung ke Toraja, Kamis (27/1/2017). Masyarakat Toraja memang dikenal masih memegang teguh adat dan budaya, salah satunya tongkonan. Tongkonan merupakan rumah adat yang terbuat dari kayu uru.
nahgambar di atas akan memudahkan. kita untuk membuat kreasi rumah kita. jadi lebih mudah. ukuran panjang dan. lebar ruangan menjadi patokan kita. untuk menentukan besar kardus yang. akan kita gunakan sebagai bagian alas. jangan lupa, kita mungkin harus. menyesuaikan skema dari yang aslinya.
XGYLX. RumahCom – Atap tidak hanya berfungsi sebagai pelindung bangunan, tetapi juga mempercantik bangunan yang Anda miliki. Saat ini, tren atap yang disukai dalam menambah nilai estetika rumah adalah atap miring atau sloping roof. Atap miring sudah dipakai oleh masyarakat Indonesia dalam bentuk atap miring konvensional. Sementara itu, rumah dengan desain minimalis umumnya memakai desain atap miring yang dinamis. Ada berbagai desain atap miring untuk menunjang penampilan rumah minimalis Anda. Untuk memperbanyak informasi Anda, artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang Perbedaan Atap Miring Rumah Konvensional dengan Rumah Minimalis Rumah Minimalis dengan Atap Miring Kombinasi Rumah Minimalis dengan Atap Miring Sandar Rumah Minimalis dengan Atap Miring Pelana Rumah Minimalis dengan Atap Miring Tepi Sawah Rumah Minimalis dengan Atap Miring Berpadu dengan Atap Datar Rumah Minimalis dengan Atap Miring Gergaji Rumah Minimalis dengan Atap Miring di Lahan Terbatas Rumah Minimalis dengan Atap Miring Pelana Bertumpuk Rumah Minimalis dengan Atap Miring Dormer Rumah Minimalis dengan Atap Miring Area Belakang Rumah Minimalis dengan Atap Miring Trapesium Rumah Minimalis dengan Atap Miring Piramida Rumah Minimalis dengan Atap Miring Butterfly 1. Perbedaan Atap Miring Rumah Konvensional dengan Rumah Minimalis Meskipun keduanya memiliki atap miring, ada beberapa perbedaan penerapan atap miring pada rumah minimalis dan rumah konvensional. Simak perbedaan yang perlu Anda ketahui berikut ini. Penerapan desain Rumah minimalis memiliki desain yang lebih kompleks dan modern dibandingkankan dengan rumah konvensional. Struktur bangunan pada hunian minimalis juga berbeda dengan hunian konvensional, sehingga Anda dapat langsung mengenalinya ketika melihat bangunan yang ada. Bahan baku atap Atap miring pada rumah konvensional umumnya menggunakan genteng tanah liat. Sementara itu, atap miring pada rumah minimalis menggunakan atap yang lebih modern, contohnya atap aspal atau genteng bitumen. Pemilihan warna Rumah minimalis identik dengan warna monokrom, contohnya warna atap miring senada dengan warna dinding dan keseluruhan bangunan. Sementara itu, atap miring pada hunian konvensional biasanya tidak menggunakan warna monokrom. Berbagai kemudahan dapat Anda temukan dengan bantuan agen properti. Simak keuntungannya dalam video berikut ini. Penggunaan atap miring pada hunian juga mendatangkan beragam keunggulan berikut ini. Air hujan mengalir lebih cepat Sloping roof akan mempermudah air hujan yang melewati atap untuk langsung menuju ke tanah dibandingkankan dengan atap datar. Tidak akan ada penumpukan air yang akan menyebabkan atap menjadi mudah lapuk ataupun bocor. Mengikuti tren Atap miring menjadi pilihan karena memiliki desain yang mengikuti perkembangan zaman. Kepopulerannya disukai masyarakat umum dalam menggunakan sloping roof. Ada beragam desain yang bisa digunakan sesuai dengan bangunan yang dimiliki. Memiliki nilai estetika Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan atap miring akan memberikan nilai keindahan pada hunian Anda. Jika Anda menggunakan atap miring dengan desain unik, rumah Anda akan terlihat lebih menarik dibandingkan yang lain. Salah satu keunggulan penggunaan atap miring pada rumah bergaya minimalis adalah biayanya yang lebih murah dan bikin tampilannya jadi lebih menarik. Tertarik untuk beli rumah bergaya minimalis dengan desain atap miring? Temukan pilihan rumah bergaya minimalis yang cantik dengan harga di bawah Rp1M di sini! 2. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Kombinasi Anda bosan dengan desain atap miring di satu sisi saja? Cobalah gunakan desain atap miring kombinasi, yaitu atap miring pada berbagai sisi hunian Anda. Desain kombinasi cocok digunakan untuk hunian yang berukuran besar karena memerlukan lahan yang cukup luas dalam pengaplikasiannya. Atap kombinasi juga akan memberikan nuansa yang teduh karena banyak bagian rumah yang terlindung dari sinar matahari. 3. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Sandar Atap miring sandar dikenal juga sebagai atap skillion. Atap model ini cukup umum dipakai karena memiliki desain yang unik. Atap skillion akan mengalirkan air ke salah satu sisi rumah yang lebih curam. Seringnya, air hujan akan mengalir ke bagian samping rumah dengan atap model ini. 4. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Pelana Dilansir dari Harapan Rakyat, desain atap miring pelana populer di masyarakat karena tidak membutuhkan banyak lahan dalam proses pembuatannya. Keunggulan lain dari atap pelana adalah adanya kemudahan dalam pengecekan apabila terdapat kerusakan dan bocor. Atap pelana memiliki kesan sederhana namun menambah estetika hunian. 5. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Tepi Sawah Atap miring tepi sawah dikenal dengan sebutan atap miring sebelah. Atap model ini memiliki kemiringan yang cukup ektrem dibandingkan sloping roof model lainnya. Rumah satu lantai maupun dua lantai cocok menggunakan atap tipe ini. Pemilik rumah satu lantai akan mendapatkan keuntungan bangunan yang terlihat lebih tinggi dari luar. Model atap tepi sawah belum banyak digunakan di Indonesia, sehingga penggunanya akan terlihat lebih mencolok dibandingkan rumah yang lain. 6. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Berpadu dengan Atap Datar Anda dapat memadupadankan atap flat dengan atap miring berukuran kecil seperti desain ini. Terkadang, atap datar memberikan kesan kaku pada hunian dan menjadikannya terlihat seperti kantor dibandingkan tempat tinggal. Penambahan atap miring ini akan memberikan look yang lebih homey dan futuristik. Padu padan yang tepat antara atap miring dengan atap datar akan membantu membuat hunian Anda tidak lagi seperti bangunan perkantoran. 7. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Gergaji Atap ini disebut atap gergaji karena bagian atapnya memiliki potongan yang mirip dengan tepi gergaji. Atap gergaji juga dikenal sebagai atap huruf M karena menyerupai bentuk khas huruf M. Jika Anda tidak menyukai penggunaan sloping roof yang terlalu menonjol, gunakan atap gergaji sebagai alternatif lain. Atap model ini dapat digunakan di hunian dengan lahan luas maupun lahan yang terbatas. 8. Rumah Minimalis dengan Atap Miring di Lahan Terbatas Anda yang memiliki lahan terbatas tapi ingin menggunakan atap miring untuk hunian tidak perlu khawatir. Gunakan desain atap miring yang tidak terlalu besar ke salah satu sisi yang ada. Atap tidak perlu menggunakan kemiringan yang terlalu ekstrem agar tidak merusak struktur bangunan. Apabila Anda khawatir akan terjadi tempias ke tetangga, berikan jarak antara atap dengan rumah di sebelah Anda. Bangunan minimalis dengan desain yang tepat di lahan terbatas juga bisa menggunakan atap miring. Tips Gunakan atap miring dengan ukuran yang tepat untuk bangunan di lahan terbatas. 9. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Pelana Bertumpuk Atap pelana juga akan terlihat cantik jika dibangun secara bertumpuk. Pada desain atap miring pelana bertumpuk, Anda harus cermat dengan ukuran atap yang akan digunakan. Atap yang berukuran lebih kecil, akan terlihat indah ketika berada di atas atap yang berukuran lebih besar. Permainan warna juga diperlukan dengan baik, agar penumpukan atap pelana tidak terkesan terlalu berat. 10. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Dormer Atap miring dormer terdiri dari dua desain atap miring dengan ukuran dan bentuk yang berbeda. Salah satu bagian sloping roof memiliki bagian sisi yang lebih menonjol keluar. Desain dengan sisi inilah yang menjadi statement dari atap miring yang Anda miliki. Atap dormer menjadi pilihan lain dari atap model kombinasi. Jika Anda kurang menyukai tipe atap kombinasi, atap dormer dapat menjadi pilihan lain untuk sloping roof. Ciri khas atap dormer terdapat pada bagian jendela yang sengaja ditonjolkan. 11. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Area Belakang Salah satu alasan dipilihnya atap miring area belakang adalah untuk menghindari cipratan air hujan ke tetangga. Apabila Anda memiliki area belakang yang luas, atap miring area belakang dapat menjadi pilihan yang tepat. Teras belakang akan lebih teduh karena terlindungi oleh atap yang condong ke area belakang. Selain itu, atap yang miring ke area belakang merupakan solusi lain untuk area depan rumah yang sempit. 12. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Trapesium Rumah minimalis yang menggunakan desain atap trapesium akan terkesan lebih luas dan mewah. Atap model ini memiliki keunggulan dalam perlindungan dibandingkan atap pelana. Hunian Anda akan terlindungi dari cahaya matahari dari berbagai sisi karena atap ini terdiri dari empat bidang pada bagian sisinya. Biasanya sisi kanan dan kiri memiliki ukuran yang sama dan berbeda dengan sisi depan dan belakang. Namun, ukuran sisi depan dan belakang memiliki ukuran yang sama. 13. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Piramida Atap miring dengan desain piramida memiliki berbagai sebutan, yaitu atap segitiga dan atap huruf A karena condong ke atas. Anda bisa menggunakan bentuk piramida dengan ukuran yang sama untuk setiap sisi. Ukuran yang berbeda pada sisi kanan dan kiri yang digunakan juga tidak menjadi masalah. Atap jenis ini mulai banyak digunakan oleh rumah minimalis karena dapat digunakan di berbagai lahan hunian. Rumah akan terlihat lebih tinggi karena atap yang meruncing. 14. Rumah Minimalis dengan Atap Miring Butterfly Pada awalnya, atap miring dengan model butterfly digunakan untuk menampung air hujan yang terperangkap dari dua sisi yang condong ke dalam. Dilansir dari nantinya air yang tersimpan dapat digunakan untuk menyiram tanaman dan untuk menyiram toilet. Atap kupu-kupu memiliki fungsi aerodinamis dan berguna untuk menopang angin kencang yang menerpa bangunan. Desain atap kupu-kupu biasanya memiliki ukuran yang berbeda antara sisi yang satu dengan yang lainnya. Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah. Pencarian AgenHubungi Agen Profesional yang Akan Membantu Kebutuhan AndaTemukan Agen
Selain berfungsi sebagai pelindung, atap rumah ibarat sebuah “mahkota”. Ini merupakan bagian dari estetika desain arsitektural secara umum. Table of ContentsApa Itu Atap?Fungsi Atap pada Rumah dan BangunanBeberapa Bagian Atap Rumah dan PenjelasannyaShinglesRidgeValleyEaveSoffitRakeBahan dan Material Atap Rumah yang Biasa DigunakanGentengKeramikRumbiaIjukBitumenSirapBetonSengAsbesuPVCBerbagai Bentuk Atap RumahAtap DatarAtap SandarAtap PelanaAtap LimasKombinasi Atap Pelana & PerisaiAtap MansardAtap GergajiMemilih Atap Rumah yang CocokPerhatikan Kondisi CuacaPertimbangkan Jenis Atap Rumah yang DipakaiPertimbangkan Kerangka Atap RumahPastikan Produk Atap Rumah Berkualitas Estimated reading time 12 minutes – Atap menjadi salah satu bagian hunian yang paling krusial, ada banyak hal perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih dan memasang atap pada banguan atau hunian. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda tahu mengenai atap bangunan dan segala seluk-beluknya. Apa Itu Atap? Atap adalah penutup suatu bangunan yang berfungsi untuk melindungi apapun yang ada di dalamnya dari hujan, salju, atau fenomena alam lainnya. Selain berfungsi sebagai pelindung, atap pun hadir sebagai “mahkota” dari sebuah hunian, yang dapat menaikkan nilai estetika bangunan tersebut. Untuk memilih dan memasang atap dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prosesnya, seperti Konstruksi atap harus kuat menahan beratnya sendiri dan tahan terhadap tekanan maupun tiupan angin. Pemilihan bentuk atap harus disesuaikan dengan desain bangunan serta interior hunian. Atap perlu diberikan lapisan pengawet agar tidak mudah bubuk atau diserang oleh rayap. Bahan penutup atap harus tahan terhadap cuaca. Kemiringan atap harus disesuaikan dengan jenis bahan penutup. Atap harus erat dengan bentuk bangunan dan dibuat dengan kemiringan yang tepat. Fungsi Atap pada Rumah dan Bangunan Pada dasarnya, bagian rumah yang satu ini memiliki banyak fungsi yang bermanfaat, di antaranya Melindungi ruang yang ada di bawahnya Menahan radiasi panas berlebih Mengurangi dampak tampias hujan Menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu Banyaknya fungsi yang dimiliki atap membuat bagian dari bangunan ini memiliki peran yang amat krusial. Oleh karenanya, ada banyak hal perlu dipertimbangkan sebelum calon pemilik rumah memilih bahan atap. Beberapa Bagian Atap Rumah dan Penjelasannya Atap memiliki banyak bagian dengan fungsinya masing-masing. Berikut adalah beberapa bagian atap yang perlu Anda pahami Shingles Shingles adalah penutup atap berbentuk datar dan persegi panjang. Ia dipasang di bagian atas setelah dek ditempatkan. Shingles terbuat dari berbagai bahan seperti batu ubin besar, batu tulis, plastik, kayu, logam, dan bahan komposit lainnya. Selain itu, shingles surya juga sekarang sedang tren. Ia berfungsi untuk mencegah air masuk ke atap. Ridge Ridge adalah kayu atau logam horizontal yang bertumpu pada puncak atap dan menciptakan segitiga atap. Ia adalah puncak tertinggi dari atap. Untuk menjalankan fungsinya, ridge dihubungkan dengan kasau dan rangka untuk membuat rangka dari atap bangunan. Valley Valley menghubungkan dua atap yang miring, membentuk sudut 90 derajat. Bagian ini berfungsi sebagai “selokan” atap, tempat air atau puing-puing kecil jatuh dan menetes dari atap. Pada dasarnya, valley akan mengumpulkan air yang akan jatuh dari atap. Eave Eave adalah titik terendah atap yang menonjol. Kehadiran eave berfungsi sebagai pelindung agar tembok tidak ternodai oleh air yang menetes dari atap. Soffit Soffit adalah pelengkap bagian atap yang bersifat fungsional juga dapat menambah nilai estetika. Bagian ada terletak di antara dinding dengan eave atap. Ia juga berfungsi untuk menyembunyikan balok langit-langit dan kasau. Soffit juga dapat melindungi kasau dari kelembapan dan jamur. Rake Rake adalah sisi miring yang terdapat di ujung atap berbentuk pelana. Bagian ini bisa berbentuk datar atau menggantung. Rake yang menggantung dibiarkan terbuka atau bisa ditutup dengan fascia atau soffit. Ia pun bisa disesuaikan untuk kebutuhan estetika atap. Bahan dan Material Atap Rumah yang Biasa Digunakan Ada berbagai bahan yang biasa digunakan sebagai material pembuat atap. Beberapa material tersebut adalah Genteng via Wiraland Atap genteng terbuat dari tanah liat yang diberikan tekanan dan dibakar dalam suhu tinggi. Bahan atap satu ini amat familiar digunakan. Mengapa familiar? Karena punya harga murah, cara pemasangan yang mudah, serta relatif tahan lama. Sistem pemasangan genteng pun menggunakan metode interlocking. Keramik via Sama seperti atap genteng, atap keramik atau yang biasa disebut dengat atap genteng keramik ini juga dibuat dari tanah liat. Bedanya, atap keramik punya lapisan glazur dan dapat memantulkan panas. Selain itu, atap ini pun lebih sedikit menyerap air. Maka dari itu, atap keramik cenderung lebih mahal. Rumbia Atap ini biasa digunakan pada rumah tradisional Indonesia. Rumbia terbuat dari dedaunan tanaman palem-paleman. Sayangnya, atap rumbia cenderung mudah rusak dan rawan bocor. Ijuk via Arsitag Selain rumbia, atap ijuk pun sering dipakai untuk rumah tradisional di Indonesia, khususnya pura yang ada di Bali. Atap ini terbuat dari pelepah pohon aren dan punya umur yang sebentar serta rawan bocor. Bitumen via Banyak orang menyebut atap ini sebagai genteng aspal. Bitumen terbuat dari lapisan aspal, serat organik, resin, dan bubuk kertas. Atap ini berbentuk lembaran dengan ketebalan 0,5 – 1 cm. Sirap Atap ini dibuat dengan memotong kayu tipis-tipis hingga membentuk lembaran. Kayu yang dipakai adalah kayu ulin. Kelebihan dari atap sirap adalah kuat dan tahan cuaca hingga 25 tahun. Beton via Pengadaan Atap beton lebih dikenal dengan istilah dak beton. Ia dibuat dari campuran semen, pasir, dan air. Proses pemasangan atap ini cukup rumit, tetapi ia punya kekuatan yang sanggup bertahan lama. Kekuatan produk bergantung pada proses pengerjaan, Seng via Atap seng cenderung ringan dan mudah dipasang. Selain itu, atap ini pun cukup murah dan mudah didapatkan. Kekurangan dari atap seng adalah memberikan hawa panas pada ruangan dan cukup berisik saat hujan. Asbes via Qhohe Mart Atap satu ini cukup mirip dengan atap seng. Asbes memiliki bentuk yang bergelombang, tetapi tidak begitu kuat. Ia cenderung mudah rapuh dan sobek. Selain itu, asbes pun terbuat dari partikel mikro yang bisa memicu kanker paru-paru dan penyakit lainnya. uPVC Atap satu ini terbuat dari material yang populer karena mampu meredam panas dan suara dengan baik. uPVC adalah atap pilihan terbaik jika Anda menginginkan atap yang ringan, kuat, tahan lama, dan mudah dipasang. Berbagai Bentuk Atap Rumah Selain bahan dan materialnya yang bermacam-macam, atap pun memiliki bentuk yang tak kalah beragam. Berikut adalah berbagai bentuk atap bangunan yang bisa Anda pilih untuk hunian Anda Atap Datar Memiliki bentuk yang paling sederhana di antara atap-atap lainnya. Biasanya, ia diterapkan di rumah atau bangunan bertingkat. Agar air hujan yang tertampung dapat mengalir, biasanya atap akan dibuat miring ke sisi tertentu. Atap Sandar via Idea Biasanya model atap sandar digunakan untuk bangunan tambahan seperti selasar atau emperan. Akan tetapi atap ini sudah banyak dipakai di hunian bergaya modern di masa sekarang. Selain itu, atap ini pun biasanya digabungkan dengan atap bermodel pelana. Atap Pelana via Rooma Bentuk atap satu ini cukup lumrah, karena banyak dipakai untuk hunian masyarakat Indonesia. Atap pelana terdiri dari dua sisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut sebagai bubungan. Atap satu ini punya bentuk yang paling aman, karena mudah dideteksi apabila terjadi kebocoran. Sudut kemiringan dari atap ini sendiri adalah antara 30-45 derajat. Atap Limas Atap ini adalah penyempurnaan dari atap berbentuk pelana. Ia terdiri dari empat bidang. Dua bidang bertemu pada satu garis bubungan jurai dan dua bidang lainnya bertemu pada garis bubungan atas. Sehingga atap ini terlihat dari gabungan dari dua bentuk trapesium dan dua bentuk segitiga. Kombinasi Atap Pelana & Perisai Atap kombinasi ini adalah gabungan dari atap pelana dan atap perisai. Banyak orang menyebut atap ini sebagai atap tenda patah. Atap Mansard Atap model ini terlihat seperti terdiri dari dua atap yang terlihat bertingkat. Uniknya, atap jenis ini jarang dipakai oleh hunian di Indonesia. Kebanyakan atap mansard dipakai oleh bangunan Belanda di masa kolonial. Atap Gergaji Atap ini lebih banyak digunakan untuk bangunan pabrik, gudang, atau bengkel. Ia terdiri dari dua bidang atap yang tidak sama lerengnya. Baca juga Hal yang Perlu Diketahui Tentang Atap Memilih Atap Rumah yang Cocok Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih atap bangunan. Ini adalah sesuatu yang penting, mengingat atap memegang salah satu peran utama dalam kekokohan bangunan hunian Anda. Berikut poin-poin yang harus Anda perhatikan dalam memilih atap. Perhatikan Kondisi Cuaca Sesuaikan atap pilihan Anda dengan kondisi cuaca tempat tinggal Anda. Contohnya, jika Anda tinggal di daerah pesisir, sebaiknya tidak memilih atap yang terbuat dari bahan seng. Karena saat kemarau datang, atap seng Anda akan membuat hawa rumah terasa lebih panas. Atap seng ini cocok untuk diterapkan di rumah-rumah yang ada di pegunungan. Pertimbangkan Jenis Atap Rumah yang Dipakai Anda bisa memertimbangkan hal ini dengan memerhatikan poin-poin berikut ini Kondisi ketahanan atap Biaya atap Sisi keamanan atap dan keselamatan Segi estetika Kira-kira atap mana yang memiliki nilai paling unggul dari poin-poin yang dipaparkan di atas? Pertimbangkan Kerangka Atap Rumah Kerangka atap adalah hal yang paling perlu Anda pikirkan saat memilih jenis atap. Anda harus memastikan kerangka yang Anda bangun cukup kuat dan berkualitas baik untuk menopang atap pilihan Anda. Pastikan Produk Atap Rumah Berkualitas Terakhir dan yang paling penting, Anda harus memikirkan kualitas dari produk atap yang Anda pilih. Anda harus tahu, kira-kira berapa lama usia ketahanan atap Anda. Itulah beberapa hal mengenai atap yang bisa Anda ketahui. Anda bisa menyesuaikan gaya bangunan hunian Anda dengan material dan jenis atap yang dipakai. Pastikan Anda memilih atap berkualitas terbaik yang punya sifat tahan lama. Selain itu, pilih desain atap rumah yang cocok dan sekiranya akan menunjang estetika hunian Anda. Ini penting, sebab setiap bangunan, tidak terkecuali rumah, membutuhkannya agar terlihat menarik secara visual.
Atap rumah adalah salah satu elemen penting dalam hunian. Tanpanya apalah arti rumah sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan. Untuk itu, tidak hanya cantik, atap rumah harus pula terbuat dari material yang kokoh, tetapi juga adem buat ruangan. Sedang terpikir melakukan renovasi untuk atapmu yang mulai mengalami masalah seperti bocor atau terasa panas? Coba beberapa referensi atap rumah minimalis modern berikut ini. Biar hunian ideal pun tercipta untukmu. BACA JUGA 18 Trend Warna Cat Luar Rumah Terbaik Tahun 2022 1. Desain triangular Instagram thelocalproject Atap rumah selalu berbentuk segitiga sama sisi dengan ruang kosong antara plafon dengan rangka genteng. Ini adalah bentuk paling dasar dari atap rumah yang masih sering digunakan dalam konstruksi hunian. Atap triangular memang sengaja dibuat karena memungkinkan air hujan turun ke bawah dan tidak menggenang di atap. Seperti kita tahu keberadaan benda-benda seperti air , batu dan pasir yang terus menumpuk dan menggenang akan mempengaruhi struktur dan kekokohan atap, sehingga harus segera dibersihkan. Pembersihan otomatis pun bisa terwujud bila atap dibangun dengan struktur miring. 2. Segitiga asimetris Instagram thelocalproject Ini adalah jenis atap rumah modern yang makin sering kita lihat di berbagai tempat. Strukturnya berbentuk segitiga asimetris dengan kemiringan dua sisi yang berbeda. Desain seperti ini akan memberikan kesan kebaruan yang kental tanpa mengorbankan fungsi atap yang sebenarnya. Air jelas tidak akan menggenang. Ia juga dibuat dengan ketinggian yang melebihi normal sehingga menciptakan kesan lapang di dalam bisa membuat mezzanine atau justru membuat ventilasi dan jendela di bagian atap miringnya. 3. Flat roof Instagramthelocalproject Atap rumah minimalis 2 lantai ini menggunakan model flat roof. Meski kekinian dan menarik, ada beberapa kelemahan flat roof yang harus Sedulur pertimbangkan. Strukturnya rawan menumpuk kotoran dan air yang bisa merusak struktur. Ia harus dibuat dengan lapisan dan rangka yang tepat. Harus ada lapisan karet atau terpal khusus anti bocor setelah rangka, baru bahan atap dipasang Sebagian orang pun memilih untuk mengganti bahan atap terluar secara berkala untuk mencegah kerusakan yang parah. 4. Atap rumah minimalis miring segitiga siku-siku Instagram thelocalproject Bila tak mampu berkomitmen dengan atap flat, coba saja atap segitiga siku-siku seperti ini. Ia tetap memberikan kesan modern tanpa mengorbankan struktur ideal atap yang miring. Sedulur pun bisa menggunakannya untuk rumah yang kecil atau sempit sehingga menghemat banyak ruang serta mampu menciptakan kesan luas di bagian interior. 5. Atap trapesium Instagram dwellmagazine Atap rumah minimalis sederhana yang ini sebenarnya cukup umum dipakai. Ia cocok untuk rumah yang lebar dan tak ingin punya atap luar yang terlalu tinggi. Di era modern ini, material genteng tanah liat mulai ditinggalkan dan diganti dengan baja corrugated yang lebih ringan. Namun, bahan ini harus dipasang dengan seksama agar bisa menempel kuat di rangka atap. Bahan lain yang mungkin masih jarang dilirik di Indonesia adalah plywood macam ini. Namun, memang ia kurang ideal untuk negara tropis dengan kelembaban tinggi. BACA JUGA 9 Inspirasi Cat Rumah Warna Cream untuk Kesan Lebih Mewah 6. Atap rumah cubical Instagram thelocalproject Atap rumah ini tetap miring, tetapi dinding fasadnya dibangun lebih tinggi hingga menyamarkan. Hal ini membuat rumah terlihat memiliki flat roof yang kekinian. Bisa ditiru nih ide jitunya untuk rumah Sedulur kelak. Namun, tetap harus ada saluran untuk keluarnya air mengalir dari atap, ya. Supaya tidak tergenang di satu sisi dan mengurangi ketahanannya. 7. Semi flat Instagramdwellmagazine Model atap rumah bagian depan yang satu ini tetap miring, tetapi dibuat dengan derajat kemiringan yang rendah. Atap semi flat ini juga bisa jadi alternatif untuk referensi renovasi rumah Sedulur nanti. Padu dengan model bangunan yang tak kalah minimalisnya dengan panel kayu atau dinding polos serta jendela yang desainnya industrial. 8. Limas yang tinggi Instagramdwellmagazine Jika ingin membuat rumah dua lantai, atap berbentuk limas tinggi bisa jadi salah satu ide menarik. Tidak perlu menggunakan plafon, coba ekspos rangka atapnya seperti contoh di atas. Loteng pun jadi lebih menarik dan artsy. Namun, ada kelemahannya nih. Mengingat tingginya nggak biasa, Sedulur mungkin perlu usaha lebih buat membersihkan debu di bagian rangka yang terekspos tersebut. Memang banyak yang bikin mupeng saat masih baru, tapi kalau sudah lama bikin stres. 9. Atap hijau Instagram dwellmagazine Bukan hijau karena cat, tetapi karena keberadaan rerumputan yang dibiarkan tumbuh menghiasi atap. Desain macam ini memang seru, apalagi bila hidup di negara yang iklimnya cenderung stabil seperti Indonesia. Namun, di balik keindahannya ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Terutama pada struktur atap, harus benar-benar kuat karena ia memikul beban yang berat dari tanah, air, dan tanaman yang tumbuh. Bila tidak dipikirkan, bisa-bisa air dari atap merembes ke dalam dan tentu bikin heboh seluruh penghuni. BACA JUGA 20 Kombinasi Warna Cat Rumah Simpel, Cantik Nan Elegan 10. Rumah limas Instagram witsarud Material atap rumah minimalis kekinian makin sering menggunakan baja ringan. Bahkan beberapa langsung membentuk rumah seperti ini dengan ruang-ruangnya dipakai sebagai ruangan. Tipe rumah modern macam ini banyak dipakai untuk hotel dan penginapan yang berupa pondok. Mengingat atapnya sekalian jadi dinding, tentu perlu sistem insulasi yang mumpuni untuk melindunginya dari kerusakan akibat cuaca. Sekaligus menjaga temperatur dalam rumah tetap normal, tidak terlalu dingin saat malam pun tidak panas di siang hari. 11. Kombinasi atap miring dan datar Instagram dwellmagazine Jika ingin memberikan kesan kekinian dan minimalis, rumah bisa dibuat dengan atap kombinasi antara miring dengan datar layaknya contoh di atas. Buat pula fasad yang tidak rata antara satu seksi dengan lainnya sehingga lebih menarik dilihat dari luar. Untuk warna terserah, deh. Mau palet gelap seperti ini atau yang terang dan cerah bebas saja. 12. Kayu ekspos untuk interior Instagram dwellmagazine Kalau biasanya dinding yang menggunakan sistem semen ekspos, model atap rumah bagian dalam bisa juga pakai kayu ekspos macam ini. Plafon pun lewat. Model seperti ini sering dipakai di rumah-rumah modern bergaya mid century modern. Ia membuat rumah tampak lebih mewah dibanding plafon biasa. Lebih baik memang dipadu dengan cat dinding yang terang karena kayunya sudah gelap dan bernuansa hangat. BACA JUGA 8 Cara Menghitung Luas Tanah untuk Rumah Mudah & Akurat 13. Atap tumpang Instagram dwellmagazine Beda dengan atap trapesium biasa yang disusun secara vertika, atap miring berikut justru mirip dengan trapesium yang ditata horizontal dan ditumpangkan ke atas rumah. Unik dan beda, lagi-lagi tanpa mengorbankan struktur miring yang ideal. Boleh nih jadi referensimu, silakan konsultasi pada arsitek tentang kemungkinannya mengaplikasikan desain atap ini di rumah Sedulur. 14. Atap kaca yang megah Regards et Maison Atap kaca biasanya dipakai untuk ekstensi rumah, baik di depan atau belakang sesuai kebutuhan. Ekstensi ini biasa difungsikan sebagai garasi di depan rumah atau dapur di belakang rumah. Bisa juga untuk teras atau sunroom tempat penghuni bisa berjemur atau menikmati suasana outdoor tanpa khawatir kehujanan. baja ringan Instagram thelocalproject Material atap modern banyak beralih ke baja ringan bergelombang seperti ini. Selain lebih mudah dipasang, ia juga memperkuat kesan industrialis di rumah barumu. Namun, dipasang di rumah yang mengusung tradisional oriental pun masih masuk. Seperti contoh di atas, rumah ala Jepang dengan panel wood slat ternyata serasi saja. Justru pasangan yang ideal. Tertarik mencoba yang seperti ini? 16. Atap cor yang kuat dan estetik untuk interior Instagram thelocalproject Selain plafon biasa, Sedulur bisa coba atap dalam rumah yang berupa semen cor seperti ini. Lebih kuat dan tak perlu mengganti asbes secara berkala. Ia juga bisa dibentuk jadi menarik seperti ini dengan corak stripes yang tentunya tak hanya estetik, tetapi memang berfungsi sebagai rangka yang kokoh. Silakan ditiru kalau tertarik. BACA JUGA 16 Dekorasi Hiasan Aquarium Terbaik untuk Percantik Rumah Cara memilih material dan desain atap Saat memilih atap tentu ada hal yang perlu diperhatikan, seperti berikut ini. Serasikan dengan arsitektur rumah serta warna dominan dinding. Ini karena atap akan masuk dalam area fasad atau tampilan luar rumah. Kalau sampai tak nyambung tentu tak jadi enak dilihat. Perhatikan konstruksinya, jangan sembarangan memasang atap. Pastikan rangka benar-benar kuat, beri pelapis anti bocor dan lapisan lain yang diperlukan untuk menunda kerusakan atau kegagalan struktur akibat cuaca atau bencana. Pertimbangkan cuaca tempat tinggal Sedulur juga. Tidak semua material atap cocok untuk iklim tropis, silakan berkonsultasi pada ahli yang lebih paham tentang ketahanan bahan atap. Mengingat atap adalah elemen teratas dan terluar rumah. Bila perlu cari yang bisa menghemat penggunaan energi. Kasus di negara tropis adalah cuaca panas sehingga banyak orang menggunakan AC, kalau bisa pilih bahan yang adem bakal hemat banyak biaya listrik. Begitupun masalah pencahayaan. Bila memungkinkan menambahkan elemen bahan yang transparan akan membantumu mengurangi penggunaan lampu di siang hari. Pertimbangkan juga biaya perawatan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada beberapa tipe atap yang perlu pergantian secara berkala, tetapi ada juga yang bisa awet berpuluh-puluh tahun tanpa harus dilakukan pergantian bahan atau renovasi. Massa bahan juga penting karena atap harus bisa ditopang oleh rangka, pilar, dan dinding bangunan. Ketahanan terhadap bencana. Indonesia misalnya rawan gempa, hujan deras, dan puting beliung, jadi tentu memilih bahan yang bisa membuatmu tinggal nyaman di rumah adalah hal wajib. Harga sudah pasti wajib masuk pertimbangan, kecuali danamu tidak terbatas. Silakan konsultasi dan survei harga ke pengembang agar tahu kira-kira berapa sih pengeluaran yang harus Sedulur alokasikan untuk renovasi atap. Masa pakai pun harus dipikirkan. Tentu tak mau harus menggantinya setiap beberapa tahun sekali. Cari yang setidaknya bisa tahan belasan tahun. Buat dengan sistem insulasi yang baik dan kuat bila menggunakan cor atau atap datar Cara merawat atap Cek berkala apakah ada keretakan atau kebocoran dan segera perbaiki sebelum semakin parah. Bila ada air atau batuan yang mengendap segera bersihkan atau sapu Pastikan saluran airnya bekerja dengan baik dan tidak menimbulkan genangan atau sumbatan Bersihkan juga dari lumut dan jamur Atap adalah hal yang tidak bisa diremehkan. Bila menemukan kerusakan sedikit saja, segera lakukan perbaikan. Inspeksi berkala adalah kewajiba. Jangan pula hanya mempertimbangkan estetika, tanpa memperhatikan ketahanan material dan kecocokannya dengan iklim tropis Indonesia. Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di Aplikasi Super lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya di sini sekarang.